GARIS HIDUP ANDA

•September 19, 2008 • Leave a Comment

Angka-angka dalam tanggal lahir Anda menyimpan banyak makna.

Jumlahkan sampai menjadi satu angka, lalu lihat artinya? (misalnya Anda lahir tanggal 25 desember 1998, jumlahkan 25 + 12 + 1998 == 2 + 5 + 1 + 2 + 1 + 9 + 8 + 8 == 36 == 3 + 6 == 9)

Garis Hidup 1

Misi hidupnya adalah untuk bisa selalu independen. Ada dua bagian dalam proses mencapai hal ini: pertama, Anda harus belajar untuk berdiri di atas kedua kaki dan tidak tergantung pada orang lain.
Kemudian setelah Anda benar-benar bebas dan independen, belajarlah untuk menjadi pemimpin.

Banyak jenderal, pemimpin perusahaan, dan politikus mempunyai angka “Garis Hidup” 1.

Orang-orang yang mempunyai angka garis hidup satu ini selalu mempunyai potensi yang hebat untuk menjadi pemimpin, tapi mereka bisa gagal bila menjadi pengikut. Banyak dari mereka yang menghabiskan sebagian besar berusaha melepaskan ketergantungan mereka pada orang lain, tapi ini justru menyisakan sedikit waktu bagi mereka untuk memperoleh kesenangan yang didapat dari keindependenan.

Orang dengan garis hidup 1 harus keluar dari lingkungan yang membuat mereka mudah untuk tergantung, dan sulit untuk independen. Mereka yang mempunyai angka garis hidup 1 penuh dengan inspirasi kreatif, dan memiliki antusiasme dan dorongan untuk mencapai banyak hal. Semangat dan potensi tersebut datang dari kedalaman kekuatan yang dimiliki.

Baik fisik maupun karakter. Dengan kekuatan ini, muncul kegigihan dan kemampuan untuk memimpin. Sebagai pemimpin alami, Anda mempunyai pengaruh untuk mengambil alih tiap situasi. Terlalu percaya diri dan tidak sabaran. Sangat orisinil, Anda berbakat sebagai seorang penemu atau inovator. Dalam tiap pekerjaan yang Anda pilih, sikap independen Anda akan terlihat. Anda memiliki keinginan-keinginan pribadi yang sangat kuat, dan Anda selalu merasa harus mengikuti keyakinan Anda sendiri.

Jika seseorang dengan angka garis hidup 1 ini belum berevolusi dengan baik, dan menunjukkan sisi negatifnya, justru yang tampak adalah sisi karakternya yang tergantung pada orang. Jika berada pada titik terburuknya, energi angka 1 ini bisa membuatnya menjadi egois.

Garis Hidup 2

Karakter positif dari mereka yang tanggal lahirnya berjumlah 2 adalah kepekaan yang umumnya memiliki kemampuan halus untuk bersikap adil dan seimbang. Anda bisa melihat banyak sudut pandang dalam tiap argumen atau situasi, dan karenanya orang-orang akan mencari Anda sebagai penengah.

Dalam peran ini, Anda mampu menyelesaikan berbagai perselisihan dengan cara yang berkelas.

Ada perhatian yang tulus terhadap orang lain, Anda berpikir yang terbaik tentang mereka, dan ingin yang terbaik bagi orang lain. Anda jujur dan terbuka dalam pikiran, ucapan maupun tindakan. Anda cenderung berhasil dalam segala kegiatan kelompok, tempat Anda mempraktekkan kemampuan untuk menggabungkan orang-orang dari bermacam-macam latar belakang.

Etiket dan diplomasi merupakan cara Anda berhubungan dengan orang setiap saat. Anda adalah manusia rutinitas yang merasa nyaman untuk selalu mengikuti kebiasaan lama. Hal-hal baru untuk dicoba bukanlah kesukaan Anda.

Tapi Anda adalah seorang master dalam berkompromi dan mempertahankan harmoni dalam lingkungan, tidak suka merendahkan diri untuk berargumen.

Seorang kolektor alami, dalam arti jarang membuang benda-benda yang (walaupun bagi orang lain sudah pasti dibuang) masih ada gunanya bagi Anda.

Sisi negatif angka garis hidup 2 ini tidak terlalu membawa masalah.

Halangan dan kesulitan terbesar yang bisa Anda temui adalah kepasifan dan suatu kondisi apatis dan kelambatan. Juga sikap pesimis dan bisa hanya sedikit hal-hal yang dicapainya. Tidak perlu dijelaskan lagi bahwa mereka dengan angka ini, jika sisi negatifnya yang lebih dominan, tidak cocok dalam dunia bisnis dan walau karakter positifnya menonjol sekalipun, mereka lebih suka dalam lingkungan yang akrab dan kurang kompetitif.

Garis Hidup 3

Bagi mereka yang jumlah angka hari lahirnya 3, ekspresi, sosialisasi, dan kreativitas sebagai pelajaran yang harus ditempuh dalam hidupnya.

Entertainer kelas dunia, orang-orang yang berkilau dan optimistik termasuk di dalamnya. Orang orang dengan garis hidup 3 yang telah mengasah bakatnya mempunyai bakat kreatif yang istimewa, biasanya dalam verbal, tulisan, akting, atau semacamnya. Misi yang harus dicapainya dalam hidup adalah kesuksesan dalam berekspresi. Sisi cerah bagi orang-orang ini bertema harmoni, keindahan dan kesenangan, serta membagi kemampuan kreatif Anda dengan dunia. Mengasah kemampuan Anda dalam ekspresi kreatif adalah misi tertinggi bagi angka garis hidup ini.

Karakter mereka hangat dan bersahabat, pembicara yang baik, social dan terbuka. Pembicara yang trampil dalam arti bukan hanya seseorang yang menyenangkan untuk didengar, tapi lebih penting lagi, seseorang yang mampu untuk mendengarkan. Mereka adalah individu-individu yang selalu diterima dengan baik dalam setiap situasi sosial, dan juga mengerti bagaimana membuat orang lain merasa diterima. Potensi imajinasi kreatif selalu ada, walaupun bisa berupa hal yang laten, karena mereka tidak selalu tergerak untuk mengembangkan potensi ini.

Sikapnya melihat kehidupan hampir selalu positif, dan pembawaannya riang dan terbuka. Anda bisa menghadapi banyak halangan dalam hidup dengan efektif dan langsung kembali bersemangat. Anda mempunyai tata krama yang baik dan tampaknya cukup peka akan perasaan dan emosi orang lain.

Hidup dijalani sepenuhnya, seringkali tanpa kekhawatiran akan hari esok.

Anda tidak terlalu pandai menangani perihal keuangan karena tidak menganggap penting hal itu. Uang akan dibelanjakan saat Anda punya, dan tidak dikeluarkan saat Anda tidak ada uang.

Sisi negatifnya, sikap mereka dalam hidup bisa sangat ringan sampai membuatnya jadi superfisial. Kemampuan Anda seringkali tersebar dan jadi kehilangan fokus. Mereka dengan angka garis hidup 3 ini adalah teka-teki, dan Anda seringkali berganti mood dan cenderung menghindar. Sulit bagi Anda untuk menetap di satu tempat. Jaga agar tidak selalu mengkritik orang, tidak sabaran, ataupun terlalu optimistik.

Garis hidup 3 ini memberikan kemampuan di atas rata-rata dalam seni. Baik melukis, disain interior, lansekap, menulis, musik, teater, ataupun mampu seluruhnya. Anda selalu gembira, penuh inspirasi, dan selalu mencari stimulasi dari orang-orang yang sealiran. Sifat Anda yang ramai itu mendukung Anda untuk bisa melesat, apalagi jika Anda mampu memfokuskan energi dan talenta Anda pada minat yang tepat.

Garis Hidup 4

Bila jumlah angka dalam ulang tahun Anda 4, berarti Anda bisa dipercaya, praktis, dan membumi. Anda adalah anggota masyarakat yang bisa diandalkan. Misi dalam hidup adalah belajar untuk mendapat perintah-perintah atau tugas dan melaksanakannya dengan dedikasi dan keuletan.

Anda selalu mengharap banyak dari diri sendiri sama seperti Anda mengharap banyak dari orang lain. Sebagai organisator dan perencana yang hebat karena kemampuan Anda melihat persoalan dengan cara praktis, Anda mempunyai kemauan kuat yang seringkali disalahtafsirkan sebagai sifat keras kepala. Sekali sebuah keputusan dibuat, akan langsung dilanjutkan sampai mencapai konklusi, walaupun itu salah, benar, ataupun netral. Pola pikir Anda tidak mudah untuk berubah dan
begitu yakin dalam cara Anda menangani persoalan. Cara Anda yang ulet dalam mencapai tujuan hampir seperti obsesi. Setia dan mengabdi, Anda merupakan pasangan ideal dalam kehidupan perkawinan dan juga partner bisnis yang bisa diandalkan. Mungkin tidak banyak teman-teman Anda,
tapi sangat erat dan sekali bersahabat biasanya sepanjang hidup.

Garis hidup 4 ini berhubungan dengan elemen bumi yang memberikan kekuatan dan perasaan realistis. Jika kesabaran dan kegigihan merupakan sifat Anda sehari-hari, maka kesuksesan besar akan didapatkan dalam hidup. Sisi negatif dari 4 ini adalah sikap yang terlalu dogmatis, berpandangan sempit, dan represif atau tidak fleksibel terhadap gagasan baru. Anda tidak suka pada orang-orang yang superfisial, dan Anda sendiri terlalu terbuka dengan semua perasaan Anda. 4 yang negatif punya kecenderungan buruk untuk terlibat terlalu dalam dengan rutinitas sehari-hari dan sering kurang tanggap dengan hal-hal yang lebih luas sehingga tidak jarang kehilangan banyak kesempatan besar yang sekali-sekali datang.

Garis Hidup 5

Minat dan kemampuannya banyak, petualang, dan progresif adalah beberapa gambaran bagi mereka yang angka garis hidupnya 5. Sebaliknya dari 4, Anda tidak menyukai rutinitas, sehingga pekerjaan sehari-hari yang harus langsung diselesaikan bukan untuk Anda. Selalu berusaha mencari jawaban bagi misteri kehidupan, Anda ingin selalu bebas, independen, dan tidak ada ikatan. Orang-orang dengan garis hidup 5 ini adalah komunikator hebat, dan tahu bagaimana memotivasi orang
lain. Hal ini membuat Anda guru yang baik. Cinta akan petualangan merupakan tema hidup Anda.

Bisa dalam bentuk nyata ataupun hanya dalam pikiran. Apapun itu, Anda selalu antusias untuk mengeksplorasi hal-hal baru. Banyak potensi Anda, tapi tidak mempunyai arah. Juga seringkali tidak jelas akan keinginan Anda sendiri. Energi yang ada dalam angka garis hidup 5 ini, jika digunakan secara salah menjadikan Anda tidak mempunyai rasa tanggung jawab dalam tugas maupun pengambilan keputusan dalam kehidupan rumah tangga maupun bisnis. Kesukaan pada sensasi dan petualangan bisa menjadikan diri Anda mengutamakan kepuasan diri dan tidak peka pada perasaan orang-orang di sekitar Anda. Bagi mereka yang berada di titik ekstrim negatif, angka garis hidup 5 ini sangat tidak bisa diandalkan dan menomorsatukan diri sendiri. Bagi sebagian
besar, kepribadian ini sangat hedonis, suka bersenang-senang, hidup untuk hari ini, dan tidak mau memikirkan esok hari. Penting bagi Anda untuk bergaul dengan orang yang mempunyai selera dan pola pikir yang tidak jauh berbeda, serta hindari orang-orang serius dan banyak menuntut. Juga penting untuk memilih pekerjaan yang menantang pikiran Anda dan bukannya tugas-tugas yang rutin. Karir terbaik adalah yang berurusan dengan banyak orang, tapi yang terpenting adalah Anda harus punya kebebasan untuk mengekspresikan diri Anda setiap saat.

Garis Hidup 6

Sangat berbeda dengan nomer 5, karakter garis hidup 6 yang paling menonjol adalah rasa tanggung jawab yang besar. Anda idealis, dan bahagia jika berguna bagi orang lain. Sumbangan terbesar yang Anda berikan dalam kehidupan ini adalah memberikan advis, pelayanan dan dukungan.

Garis hidup ini temanya adalah kepemimpinan karena kemampuannya dalam memberi teladan dan kesediaan untuk bertanggung jawab. Hal ini menjadikan Anda selalu bersedia menanggung beban kelompok dan siap untuk menolong.

Anda seringkali terdorong untuk bertindak dengan kekuatan dan belas kasihan. Anda simpatik, dan senang berbagi dengan orang lain, baik membantu dalam hal mental maupun materi. Kebijaksanaan, keseimbangan, dan pengertian adalah beberapa karakter Anda. Kemampuan Anda memahami masalah orang lain, dan ini sudah menjadi karakter Anda sejak kecil, sehingga tidak ada masalah dalam berhubungan dengan orang tua maupun muda. Anda bersedia untuk mengeluarkan tenaga lebih dari yang diminta, dan selalu bisa diandalkan oleh keluarga. Realistis memandang hidup, bagi Anda yang terpenting dalam hidup adalah rumah, keluarga dan teman-teman. Tentu ada sisi negatif pada tiap orang, bagi garis hidup 6 ini, Anda harus menghindari kecenderungan terlalu
banyak menerima tanggung jawab dan diperbudak oleh orang lain. Selain itu, hindari terlalu banyak mengkritik diri sendiri maupun kepada orang lain). Jika karakter buruknya terpupuk, maka ada kecenderungan untuk berlebih-lebihan, dan merasa paling benarsendiri, walaupun tidak selalu berkembang seperti ini. Juga harus dihindari, memaksakan pendapat sendiri dan mengurusi masalah orang lain.

Karena selalu merasa harus bertanggung jawab, maka beban yang dibawanya akan terasa sangat berat, walaupun begitu, jika sekali-sekali Anda terpaksa tidak merasa bertanggung jawab, Anda akan sangat merasa bersalah dan akan memberi dampak yang merusak bagi hubungan dengan orang lain.

Garis Hidup 7

Mereka yang angka garis hidupnya 7, berjiwa damai dan penyayang, tapi analitis dan tidak terlalu terbuka. Kekuatan hebat dalam diri Anda terlihat pada dalamnya cara berpikir, Anda selalu mengumpulkan pengetahuan baru dalam setiap hal yang Anda temukan. Seorang
intelektual, ilmiah, dan selalu mencari ilmu, Anda tidak akan menerima begitu saja sebuah pandangan tanpa mengetesnya dan memperoleh konklusi sendiri. Angka ini juga bersifat spiritual dan sejak kecil sudah menunjukkan kebijaksanaan. Anda butuh ketenangan agar bisa mengenali isi hati Anda.

Keramaian, banyak orang, bukan hal yang disukai. Dalam bekerja, Anda akan mengerjakannya sampai selesai, karena Anda seorang perfeksionis yang mengharapkan tiap orang memenuhi standar performa yang tinggi. Anda mengevaluasi situasi dengan cepat dan benar.

Pengalaman-pengalaman dan intuisi memandu Anda dalam bertindak. Anda tidak mudah percaya pada saran orang lain. Memang dugaan-dugaan Anda seringkali tepat, dan karena Anda tahu benar akan hal ini, Anda selalu mengikutinya. Mudah bagi Anda untuk mengetahui adanya kebohongan dan Anda bisa mengenali mana orang-orang yang jujur, mana yang tidak. Tidak banyak teman Anda, tapi sekali Anda menerima seseorang sebagai teman, itu untuk seumur hidup. Anda sama sekali
bukan seseorang yang senang berkumpul dengan orang banyak, dan sikap Anda yang tertutup dianggap sebagai mengambil jarak. Itu tidak benar sama sekali, Anda memang senang menyendiri, jauh dari segala keramaian kehidupan modern. Dalam banyak hal, Anda lebih cocok hidup
di jaman yang jauh sebelum masa sekarang. Jika energi angka 7 dalam garis hidup ini digunakan secara negatif, Anda menjadi seorang pesimis, tidak pedulian, mudah berselisih, dan penuh rahasia. Bila individu ini tidak menjalani hidup dengan benar dan tidak belajar dari pengalaman, Ia menjadi sebuah pribadi yang sulit karena tidak bisa memikirkan kepentingan orang lain. Kepribadian garis hidup 7 ini egois dan manja.

Jika Anda merasa memiliki sifat-sifat ini, sulit untuk menghapusnya dengan mudah karena Anda merasa bahwa sudah seharusnya dunia selalu memperlakukan Anda dengan baik. Untungnya, sifat negatif 7 ini bukanlah karakter yang umum. Emosi angka ini seringkali ekstrim, berada di titik rendah pada satu saat, kemudian tinggi di saat berikutnya. Jarang stabil.

Garis Hidup 8

Fokus Anda adalah mendapatkan kepuasan yang didapat dari dunia kebendaan. Garis Hidup 8 adalah orang-orang yang percaya diri, kuat, serta sukses dalam materi. Anda independen, penuh dorongan dan kompetitif.

Rutinitas Anda sehari-hari meliputi hubungan-hubungan bisnis, praktis dan membumi, sedikit sekali waktu untuk impian-impian dan khayalan. Bila ambisi, kemampuan organisasi, dan pendekatan Anda yang efisien itu terasah, tidak ada hal yang tidak bisa Anda capai.

Fokus Anda kebanyakan mengenai uang dan kekuatan manipulasi yang ada di dalamnya. Garis hidup 8 ini mungkin yang paling menganggap penting status dan kelas, sebagai suatu hal yang berdampingan dengan kesuksesan materi.

Jika karakter 8 ini berkembang dengan benar, Anda diberkahi dengan potensi hebat untuk menciptakan gagasan-gagasan yang maju, serta juga keuletan dan kemandirian untuk merealisasikannya.

Singkatnya, dengan semua karakter itu Anda sangat siap untuk berkompetisi dalam dunia bisnis atau area lain yang bersifat pertandingan. Anda tahu benar bagaimana mengelola diri dan lingkungan Anda. Praktis dan stabil dalam usaha mencapai tujuan-tujuan, Anda punya keyakinan yang membuat Anda berani Sifat negatif mereka dengan garis hidup 8 kadang-kadang bisa seperti diktator dan seringkali menahan antusiasme dan usaha dari teman- teman di lingkungannya.
Juga, kuatnya kepribadian tersebut malah membuat berkurangnya perasaan dekat Anda terhadap orang-orang sekitar.

Keuntungan materi dan penghargaan menjadi hal paling penting, sehingga keluarga, rumah, dan kedamaian hati justru terabaikan. Perasaan emosional sering ditekan dalam diri garis hidup 8 yang
negatif. Hal ini menimbulkan rasa terasing dan kesendirian. Anda harus mencoba untuk selalu menghargai pendapat orang lain.

Garis Hidup 9

Sifat-sifat utama mereka yang angka garis hidupnya 9 adalah: rasa kasih pada sesama dan sikap yang sangat humanis. Ini adalah misi yang harus Anda pelajari dalam hidup. Biasanya angka ini menghasilkan individu yang sangat dipercaya dan pribadi terhormat, juga seorang individu yang tidak punya sifat rasialis dalam bentuk apapun. Tentu saja, semua ini terlihat seperti daftar sifat yang terlalu sempurna, tapi Anda memang seseorang yang berperasaan peka bagi mereka yang
kurang beruntung dibandingkan diri Anda. Dan jika Anda ada dalam posisi yang bisa membantu, akan Anda lakukan. Anda sangat peka dan memandang sekitar diri Anda dengan rasa kasih. Anda dengan angka garis hidup yang tertinggi ini berada pada posisi kehidupan yang tinggi dan dengan sendirinya mempunyai banyak tanggung jawab. Tujuan hidup garis hidup 9 ini bersifat filosofis. Hakim, pemimpin spiritual, penyembuh dan pendidik, seringkali mempunyai energi 9 ini.
Keuntungan materi tidak terlalu penting, walaupun kualitas kepribadian beberapa dari Anda sedemikian istimewanya sehingga menghasilkan penghargaan secara materi yang luar biasa. Untuk
kebaikan banyak orang, Anda seringkali harus bersikap tidak mengutamakan diri sendiri dan melepaskan hal-hal kebendaan. Bahkan orang-orang bergaris hidup 9 yang tidak terlalu istimewa saja memiliki pribadi yang sangat berbelas kasih. Keinginan untuk menolong orang, khususnya yang bermasalah dan kurang beruntung, sangat kuat. Kebaikan Anda juga sering disalahgunakan dan Anda juga tidak jarang dikecewakan oleh orang lain.

Pemahaman Anda yang dalam terhadap kehidupan terkadang terealisasi dalam bentuk seni dan literatur. Dengan garis hidup ini Anda sanggup mengekspresikan perasaan emosi terdalam dengan melukis, menulis, musik, atau bentuk seni yang lain. Tapi sering juga ada kesulitan untuk menemukan media yang tepat sebagai jalan hidup Anda. Profesi menolong dan menyembuhkan adalah pilihan yang tepat bagi mereka dengan angka garis hidup 9. Anda kurang tepat untuk berada dalam lingkungan bisnis yang kompetitif. Anda punya kemampuan untuk berteman dengan mudah, karena orang-orang tertarik pada kepribadian Anda yang terbuka dan seperti magnet. Anda diberi berkah oleh Tuhan berbentuk kemampuan untuk memahami orang, yang jika digunakan dengan
benar bisa sangat bermanfaat bagi orang lain. Perhatian pada orang lain membuat diri Anda sangat sosial.

Orang-orang dengan mudahnya menyukai mereka dengan angka garis hidup 9 karena Anda simpatik, toleran dan berwawasan luas. Anda seorang romantis dan dalam cinta dan gairah, bagaikan tersesat di jalan yang benar.

Membina hubungan justru sulit bagi Anda, karena tidak mudah untuk mendapatkan keseimbangan yang paling tepat. Kalau pasangan sama seperti Anda, yaitu mempunyai sifat memberi, maka hubungan tersebut akan bahagia dan bertahan, tapi sulit secara materi. Di lain sisi, bila Anda memilih individu yang membumi dan mementingkan materi, masalah akan timbul.

Seperti halnya dengan angka garis hidup lain, nomer 9 mempunyai sisi negatifnya. Walaupun tentu orang-orang yang cenderung ke titik negatif 9 lebih sedikit dari yang karakter positifnya besar. Biasa
bagi mereka untuk menentang arus realitas dan tantangan yang ada di dalamnya.

Mungkin sulit bagi Anda dengan 9 yang negatif, untuk percaya bahwa sifat memberi serta tidak adanya ambisi pribadi bisa sangat membahagiakan. Harus disadari dan diterima bahwa kepuasan dan kebahagiaan-kebahagiaan kecil jangka panjang bisa diperoleh dengan mengasah sifat manusiawi yang alami dalam garis hidup ini.

Advertisements

Pencerahan dan Kegelapan Batin – Cerita Tentang Dua Orang Bersaudara

•November 18, 2008 • Leave a Comment
Disampaikan oleh Maha Guru Ching Hai, Taipei, Formosa,
1 Desember 1986 (Asal dalam bahasa China)

Pada zaman dahulu ada seorang laki-laki kaya yang mempunyai dua orang putra yang sama kaya dan cerdasnya. Mereka dilahirkan di keluarga yang sama-sama kaya dan tumbuh dalam lingkungan yang sama-sama kaya. Pada suatu hari, sang adik berkeinginan mendapatkan pengalaman hidup yang berbeda, maka dia mengatakan kepada ayahnya bahwa dia ingin berkelana keluar untuk mendapatkan pengalaman hidup yang baru.

Di dunia luar, dia menghadapi banyak keadaan sulit dan menjalankan hidup yang sangat berat, namun dia juga belajar banyak kebenaran. Oleh karena itu, dia menjadi lebih cerdas, lebih bijak, dan lebih dapat diandalkan. Dia mengetahui cara menangani banyak situasi yang berbeda dan menemukan potensi diri. Sebelumnya, dia tidak menyadari kemampuan-kemampuan di dalam dirinya karena dia hidup di dalam sebuah keluarga kaya dan dilayani oleh banyak pelayan, pekerja, dan pembantu, dalam segala hal. Dia bisa mendapatkan apa saja yang dia inginkan tanpa perlu mengangkat sebuah jari. Oleh karena itu, dia tidak tahu kemampuan seperti apa yang dia miliki. Hanya setelah dia berkelana keluar untuk mendapatkan pengalaman hidup, barulah dia menemukan bahwa dia memiliki begitu banyak kemampuan dan bakat yang hebat. Dia menjadi semakin bahagia, semakin menyadari bahwa dia memiliki kekuatan yang demikian dahsyat.

Namun, sebelum menyadari kebenaran ini, dia mengalami banyak kesulitan. Akhirnya, situasi paling menyedihkan menimpa dirinya: dia sakit parah, tidak memiliki uang satu sen pun, tiada seorang pun yang merawatnya, tidak memiliki rumah, tidak punya apa-apa, dan diperlakukan dengan buruk. Di saat seperti itu, dia sungguh merindukan rumahnya. Dia berpikir: “Saya tidak dapat terus-menerus seperti ini, saya harus pulang. Saya dapat hidup dengan nyaman di rumah, jadi mengapa saya harus pergi keluar dan hidup seperti seorang pengemis?” Saat itu, dia ingin sekali pulang dan menghubungi keluarganya. Akhirnya, ketika dia tiba di rumah, ayahnya gembira luar biasa dan menyambutnya dengan hangat. Dia segera memberikan anaknya pakaian terbaik, makanan dan hadiah-hadiah yang terbaik. Sebuah perjamuan besar diadakan untuk menyambut dia pulang ke rumah.

Pada saat itu, putra yang lebih tua bertanya kepada ayahnya: “Bagaimana dengan saya? Ayah tidak pernah mengadakan perjamuan atau memberikan sesuatu yang istimewa kepada saya! Mengapa? Selama ini saya selalu setia kepada ayah dan saya tidak pernah meninggalkan ayah! Saya menemani ayah setiap hari dan berada di dekat ayah, namun ayah tidak pernah memberikan apa pun kepada saya.” Ayahnya kemudian berkata kepadanya: “Semua yang saya miliki ini adalah milik kalian bersaudara.”

Kini, keadaan kedua bersaudara sama persis seperti sebelumnya. Sang adik tidak kehilangan apa pun; dia tetap kaya seperti sebelumnya. Namun, dia memperoleh sesuatu yang tidak diperoleh sang kakak. Apakah kalian dapat menebak apa itu? Dia memperoleh lebih banyak pengalaman hidup, lebih banyak kecerdasan, lebih banyak kebijaksanaan, lebih banyak kemampuan, dan lebih banyak kesadaran jati diri. Dia memahami dirinya lebih baik daripada sebelumnya. Benarkah begitu?

Sebaliknya, sang kakak seperti anak manja. Dia menikmati kehidupan yang nyaman, tetapi hanya itu saja yang dimilikinya; tidak ada sesuatu yang benar-benar berguna. Dia memiliki kekayaan yang sama seperti adiknya, tetapi tanpa kebijaksanaan. Kini adiknya mengerti banyak hal, menyadari dan memahami dirinya dengan lebih baik, dan menjadi lebih mandiri. Sementara sang kakak tidak memiliki satu pun hal-hal itu.

Memang benar seorang Buddha pada mulanya adalah seorang Buddha, tetapi kita baru dapat menyadari hal itu setelah kita menjalankan kehidupan sebagai seorang makhluk. Jika tidak, kita tidak mengetahui bahwa kita adalah seorang Buddha. Tanpa menjalankan kehidupan sebagai seorang makhluk, walaupun kita masih seorang Buddha, kita tidaklah berguna. Oleh karena itu, kita harus datang ke dunia ini untuk belajar, belajar bagaimana menjadi seorang manusia, bagaimana mengatasi situasi yang sulit dan menyakitkan, dan akhirnya memahami apa itu “kebahagiaan”. Kita harus mempelajari situasi “tidak kekal” untuk menyadari apa itu “keabadian”. Kita harus mempelajari “kebodohan” dari dunia ini sebelum kita memahami apa itu “kebijaksanaan”.

Sebelum kalian menyelesaikan pelajaran, meskipun kalian masih seorang Buddha, akan tetapi kalian adalah seorang “Buddha gelap batin”. Perlahan-lahan kalian akan menjadi seorang “Buddha tercerahkan”, seorang Buddha sejati, sama persis seperti diri kita yang semula. Pada awalnya kita sudah memiliki segalanya; kita tidak perlu menunggu sampai kita tercerahkan untuk memilikinya. Hanya saja kita belum menyadari apa yang kita miliki.

Tidak ada bedanya antara sebelum dan sesudah pencerahan. Setelah pencerahan kita masih memiliki kekuatan yang sama seperti sebelum pencerahan, kecuali sebelumnya kita tidak mengetahuinya. Sekarang kalian mengerti. Itulah sebabnya Buddha Sakyamuni mengatakan: “Kesulitan adalah Kebijaksanaan,” dan “Makhluk hidup adalah Buddha.” Dia tidak berbohong. Hari ini saya menjelaskan kepada kalian maksud Dia: Mengapa Buddha adalah makhluk hidup, dan mengapa Buddha harus datang ke dunia ini untuk menjadi makhluk hidup dan memikul banyak penderitaan?

Faktanya adalah, penderitaan bukanlah benar-benar penderitaan; kita hanya sedang belajar, persis seperti belajar di sekolah. Baik kita pergi ke sekolah dasar, sekolah menengah, atau universitas, semuanya memberi tantangan. Namun, setelah kita mempelajari berbagai mata pelajaran, kita akan menjadi lebih pandai. Setelah dewasa, kita akan memperoleh tempat kita sendiri dan menjadi mandiri. Oleh karena itu, kita harus belajar. Kalau tidak, kita tidak akan menyadari kemampuan apa yang kita miliki.

Jika semua makhluk hidup mempunyai Sifat Kebuddhaan dan sejak semula adalah Buddha, lalu kenapa orang-orang mengatakan wanita tidak dapat mencapai Kebuddhaan? Ini tidak masuk akal! Mencapai Kebuddhaan adalah mencapai Kebuddhaan, tidak ada bedanya. Itulah sebabnya saya berulang kali mengatakan kepada kalian bahwa baik jalur klenik maupun jalur ortodoks adalah jalur rohani, dan makhluk yang baik dan yang buruk adalah Buddha. Tidak ada yang baik, ataupun buruk. Tetapi, itu dari sudut pandang tingkat tertinggi. Sebelum kita mencapai tingkatan itu, kita masih harus belajar dan kita masih perlu melakukan perbuatan baik. Kita tidak dapat berkata: “Karena baik maupun buruk adalah sama, kita tidak perlu belajar. Karena saya sudah merupakan seorang Buddha, saya tidak perlu berlatih.” Kita tidak boleh mempunyai gagasan seperti ini!

Memang benar semulanya kita adalah Buddha, tetapi kita masih perlu berlatih rohani karena kita belum benar-benar menyadari bahwa kita adalah Buddha. Ketika saya mengatakan kepada kalian tentang semua ini, kalian percaya, karena kalian mempercayai saya. Namun, kalian masih belum benar-benar memahami hal ini untuk diri kalian sendiri, jadi kalian harus berlatih rohani. Kalau tidak, kalian akan mengalami banyak penderitaan. Sebelum mengenal diri kita sendiri, kita merasa sangat sakit hati jika orang mencela diri kita, betapa pun entengnya; kita membenci siapa pun yang membenci kita karena kita masih belum menyadari bahwa semua makhluk hidup adalah Buddha. Kita masih belum mencapai tingkatan di mana kita memperlakukan semua makhluk sama baiknya dan tanpa diskriminasi. Itulah sebabnya kita sebaiknya mengikuti latihan rohani sampai hati kita menjadi tenang, dan sampai kita melihat semua makhluk hidup sebagai diri kita sendiri. Pada saat itu, kita dapat mengatakan bahwa kita sudah benar-benar menyadari diri kita sendiri.

ECKHART TOLLE versus J KRISHNAMURTI

•November 18, 2008 • Leave a Comment

Teman-teman sekalian,

Akhir-akhir ini sangat populer dua buku karya Eckhart Tolle: yang pertama, “The Power of Now”, dan yang kedua, “A New Earth”. Mungkin sudah diterjemahkan ke bahasa Indonesia.

Kedua buku itu sarat dengan pencerahan tentang apa yang sesungguhnya berlangsung dalam batin manusia, yang biasanya tidak disadari oleh kebanyakan orang. Dengan demikian apa yang disampaikannya termasuk “luar biasa”, mirip dengan apa yang disampaikan oleh J Krishnamurti. Dua-duanya membicarakan tentang ego yang harus runtuh.

Namun, kalau kita mau memahami masalah batin manusia secara tuntas, kita bisa bertanya, apa yang ada ketika ego/diri ini runtuh?

Berikut ini kutipan dari Eckhart Tolle:

“SIAPAKAH DIA YANG MENGALAMI (The Experiencer)?

Apa yang Anda lihat dan dengar, cicipi, sentuh dan baui tentu saja adalah obyek-obyek indrawi. Semua itu adalah apa yang Anda alami. Tetapi siapakah si subyek, dia yang mengalami? Jika, misalnya, sekarang Anda berkata, “Yah, tentu saja saya, Jane Smith, akuntan senior, empat puluh lima tahun, cerai, ibu dua anak, orang Amerika, adalah si subyek, dia yang mengalami,” Anda salah. Jane Smith dan semuanya yang teridentifikasi dengan konsep mental tentang Jane Smith semuanya adalah obyek-obyek pengalaman, bukan subyek yang mengalami.

Setiap pengalaman mempunyai tiga komponen yang mungkin: persepsi indrawi, pikiran atau gambaran mental, dan emosi. Jane Smith, akuntan senior, empat puluh lima tahun, cerai, ibu dua anak, orang Amerika–semua itu adalah pikiran dan dengan demikian bagian dari apa yang Anda alami pada saat Anda memikirkannya. Mereka, dan apa pun yang dapat Anda katakan dan pikirkan tentang diri Anda adalah obyek-obyek, bukan subyek. Mereka adalah pengalaman, bukan dia yang mengalami (the experiencer). Anda dapat menambahkan seribu definisi (pikiran) lagi tentang siapa Anda, dan dengan demikian tentu akan menambah kerumitan dari pengalaman Anda (dan juga menambah penghasilan psikiater Anda), tetapi dengan cara ini Anda tidak akan sampai kepada si subyek, dia yang mengalami, yang ada sebelum semua pengalamannya, dan yang tanpa dia tidak akan ada pengalaman.

Jadi siapakah dia yang mengalami (the experiencer)? Anda. Dan siapakah Anda? Kesadaran. Dan apakah kesadaran? Pertanyaan ini tidak bisa dijawab. Begitu Anda jawab, Anda telah membuatnya salah (falsify), membuatnya menjadi obyek lagi. Kesadaran, yang istilah tradisionalnya adalah ‘roh’ (spirit), tidak bisa dikenali dalam arti yang normal, dan mencarinya adalah sia-sia. Semua ‘keadaan tahu’ adalah di dalam alam dualitas–subyek dan obyek, dia yang tahu dan apa yang diketahuinya. Si subyek, Sang Aku, dia yang tahu yang tanpa dia tidak mungkin ada yang diketahui, dipersepsikan, dipikirkan, atau dirasakan, selamanya tak dapat dikenali. Ini disebabkan karena Sang Aku tidak punya wujud. Hanya wujud yang bisa dikenali, namun tanpa dimensi yang tak-berwujud, alam wujud tidak mungkin ada. Itu adalah ruang terang benderang yang di dalamnya alam semesta ini timbul dan tenggelam. Ruang itu adalah kehidupan yang adalah Aku (I Am). Itu abadi (timeless). Aku adalah abadi, kekal (eternal). Apa yang terjadi di dalam ruang itu bersifat relatif dan sementara: kenikmatan dan kesakitan, untung dan rugi, lahir dan mati.

Penghalang terbesar bagi ditemukannya ruang di-dalam ini, penghalang terbesar bagi ditemukannya dia yang mengalami, adalah keasyikan begitu rupa dengan pengalaman, sehingga Anda terbenam di dalamnya. Itu berarti kesadaran tersesat di dalam impiannya. Anda terpukau dengan setiap pikiran, setiap emosi, dan setiap pengalaman begitu rupa sampai Anda tidak ubahnya seperti berada di alam mimpi. Ini adalah keadaan manusia selama ribuan tahun.

Sekalipun Anda tidak dapat mengenali kesadaran, Anda bisa menyadarinya sebagai diri Anda sendiri. Anda dapat langsung merasakannya di dalam situasi apa pun, tidak peduli di mana pun Anda berada. Anda bisa merasakannya (sense it) sekarang dan di sini sebagai Kehadiran Anda (Presence), ruang di-dalam yang di situ kata-kata di halaman ini dipersepsikan dan menjadi pikiran. Itu adalah Sang Aku yang Ada (I Am) dan mendasari semuanya. Kata-kata yang Anda baca dan pikirkan adalah latar depan, dan Sang Aku yang Ada (I Am) adalah dzat (substratum), latar belakang yang mendasari setiap pengalaman, pikiran dan perasaan.”
[“A New Earth”, hal. 241-3]

***

Di lain pihak, apa yang dikatakan oleh Krishnamurti tentang Sang Aku itu?

“APAKAH SI ‘AKU’ ITU?

Kita perlu membahas bersama masalah berat tentang kematian ini. Satu hal adalah mutlak pasti, tak dapat dihindari, bahwa kita semua akan mati pada suatu hari kelak, itu fakta. Dan kita tak pernah menyelami masalah itu–oleh karena kebanyakan orang takut akan itu–apakah kematian itu, apa artinya mati? Dan mengapa kita membuat kematian sesuatu yang amat jauh dari kehidupan, dari hidup? Pahamkah Anda pertanyaan saya? Kita sekarang hidup, dan kematian mungkin tiba ketika kita berumur sembilan puluh, atau seratus, atau lebih lama lagi, jauh lebih lama–begitu harapan saya untuk Anda. Jadi ada kesenjangan yang panjang dan lebar antara saat kini–Anda paham apa yang saya katakan–antara saat kini dan masa depan. Karena saat kini mengandung masa depan, dengan demikian kematian adalah saat kini. Saya tidak tahu apakah Anda paham semua ini.

Marilah kita selami perlahan-lahan. Saya baru saja melihat sesuatu yang tak pernah saya lihat sebelumnya. Apakah itu, dan mengapa kita takut akan kematian? Jelas kita takut akan kehidupan. Yang kita namakan hidup adalah membanting tulang, konflik, pergulatan, kesakitan, kecemasan, kesempitan ekonomis, ketidaksepakatan terus-menerus satu sama lain, satu opini berhadapan dengan opini lain, terus-menerus setiap pagi bangun dan bersiap-siap untuk bergegas pergi ke kantor, atau ke laboratorium, atau ke pabrik. Saya tidak tahu, apakah Anda menyadari bagaimana kita menghabiskan hari-hari dan tahun-tahun kita. Orang bisa menamakannya “kehidupan yang menyenangkan”; jika Anda sangat sukses, punya banyak uang, dan punya banyak hiburan, Anda berkata, “Hidup saya baik dan menyenangkan” — kebanyakan orang berkata begitu bila mereka punya uang, kekuasaan, kedudukan, memperoleh semua yang mereka inginkan. Tetapi untunglah mereka itu sangat, sangat sedikit jumlahnya di dunia. Sebagian terbesar manusia, kita semua, pada hari Minggu bergegas pergi ke gereja, untuk sekadar tampil di sana agar bisa dilihat tuhan. Dan pergi ke kantor dari umur dua puluh sampai Anda meninggal, kerja, kerja, kerja–tanggung jawab, kewajiban, kesakitan, ketakutan, kecemasan, kesepian. Saya tidak tahu, apakah kita menyadari semua ini. Anda mungkin seorang artis yang sukses, banyak uang, tetapi pada akhir semua itu selalu ada kematian.

Jadi, apa yang kita namakan hidup adalah kehidupan yang amat menyakitkan, kacau, mencemaskan. Bukan? Inilah yang kita namakan hidup; dan kita melekat pada semua itu karena hanya itulah semua yang kita tahu. Dan kita ingin lari dari itu, lalu kita punya industri hiburan yang hebat, juga hiburan religius. Jangan katakan yang satu hiburan dan yang lain lebih suci, itu masih hiburan. Itu sebuah sensasi. Mohon jangan menganggap ini penghujatan, kita sekadar menghadapi fakta.

Jadi dari saat Anda lahir sampai Anda mati, masalah demi masalah, dan solusi terhadap masalah, dan di dalam solusi masalah itu Anda mendapat sepuluh masalah yang berbeda lagi. Ketika otak telah terlatih sejak kanak-kanak untuk memecahkan masalah, masalah matematika, masalah ilmu bumi, masalah teknologis, masalah teknis–pahamkah Anda?–jadi otak kita terkondisi dari sejak kanak-kanak untuk memecahkan masalah, bukan untuk memahami masalah, melihat apa masalahnya, apa itu masalah, melainkan memecahkan masalah. Dan di dalam pemecahan masalah, masalah itu diorganisir dengan cara berbeda. Bukan? Organisasi demi organisasi silih berganti. Itulah kehidupan kita–politis, ekonomis, sosial, dan kita tidak pernah bebas sesaat pun. Dan terutama di negeri ini Anda terus-menerus bicara tentang kebebasan, kebebasan memilih, kebebasan pergi dari tempat kecil ini ke tempat lain, ganti pekerjaan, ganti istri. Jadi pilihan kita anggap sebagai kebebasan. Tetapi bukan begitu. Pilihan hanya ada bila otak merasa tidak pasti. Bila jelas, tidak ada pilihan sama sekali. Jadi kebingungan, ketidakpastian, kesepian, keputusasaan, depresi, yang mendalam ini, Anda tahu seluruh siklus kehidupan kita itu.

Dan bila kematian datang, kita padam, tidak ada apa-apa lagi. Lalu kita menciptakan reinkarnasi. Anda percaya reinkarnasi? Jika ya, hiduplah secara benar. Hiduplah sekarang dengan benar, sebab jika Anda sekarang tidak hidup secara benar, dalam kehidupan yang akan datang akan persis sama dengan Anda sekarang. Itu wajar, oleh karena waktu, entah seribu tahun entah sekarang, tidak ada tindakan benar, yang hanya terjadi bila ada kualitas ini, keharuman ini, hal luar biasa yang dinamakan cinta. Jika itu tidak ada, kehidupan yang akan datang akan persis sama seperti Anda sekarang, hanya sedikit dimodifikasi, mungkin rumah lebih besar–itulah yang Anda semua inginkan, mobil lebih besar,kenikmatan lebih banyak, tetapi itu hal yang sama dilanjutkan.

Jadi apakah kematian? Kita sudah memahami apakah kehidupan, setidak-tidaknya apa yang kita anggap kehidupan, suatu ikatan hebat pada waktu. Dan apakah kematian? Ada kematian bagi organisme ini; kita semua menjadi semakin tua setiap hari, dari sejak kita lahir kita menjadi semakin tua, semakin tua, lalu mati. Dan kita tak pernah bertanya apakah kematian, apa artinya, selagi kita hidup–bukan ketika kita sampai pada akhirnya. Selagi hidup, kita tidak pernah bertanya, apa artinya, apa maknanya, apa kedalaman dari kematian. Kita tidak pernah bertanya apakah kedalaman dari hidup, kehidupan. Hidup mestilah memiliki makna yang besar, tetapi kita telah meredusirnya menjadi masalah yang remeh dan kerdil. Jadi kita tidak pernah bertanya tentang itu, lalu kita tidak pernah bertanya apakah kematian. Dan sebagai dua orang sahabat, marilah kita memandangnya, bukan takut terhadapnya, oleh karena kalau begitu Anda tidak akan pernah memahaminya.

Jadi, seperti minggu lalu kita menyelami masalah ketakutan, dan pengakhiran ketakutan, harus ada pengakhiran ketakutan untuk memahami hakikat dan kualitas dan kedalaman kematian. Seperti kita katakan, secara biologis, secara organis, kita melapuk, hari demi hari, jasad ini. Jika kita hidup secara salah, semua susah payah ini, kesengsaraan, kebingungan, kenikmatan, kesakitan, penghamburan energi besar-besaran, dan itu berakhir, itulah bagian dari kematian. Lalu, apakah yang juga mati di samping eksistensi fisik dan biologis, apakah yang mati? Apakah si “aku” (the me), yang adalah “Sang Aku” ( the ‘I’), ego, pribadi, persona, diri–peganglah satu kata itu–apakah diri, si “aku” yang akan mati. Bukan? Dan itulah yang kita takuti, bukan kematian. Sang ‘aku’ yang telah terkumpul dalam kehidupan ini sebagai ingatan, pengetahuan, pengalaman, si ‘aku’, sikap mementingkan diriku, keserakahanku, ambisiku, semua catatan-catatan, yang tersimpan di otak, si ‘aku’, dan kita takut si ‘aku’ itu akan berakhir. Jadi kita perlu menyelidiki dengan cermat, apakah si ‘aku’ itu? Siapakah Anda, terlepas dari nama Anda, rekening bank Anda, di mana Anda hidup dan sebagainya, terlepas dari si ‘aku’ fisik , tubuh fisik, yang tinggi, pendek, terlepas dari semua itu, siapakah Anda? Pernahkah Anda menghadapinya? Mari kita hadapi, jangan takut.

Siapakah Anda? Bukankah Anda adalah semua ingatan yang tertimbun–ingatan yang menyenangkan, kesakitan, sepanjang lima puluh tahun, atau tiga puluh tahun, atau ingatan sepuluh hari, bukankah Anda semua itu? Ingatan akan kenikmatan Anda, kesakitan dan kecemasan dari keinginan Anda, kesepian, depresi, pergulatan, bukankah Anda semua itu? Semua itu adalah ingatan. Bukan? Pandanglah seperti apa adanya sekarang; jangan berkata, “Tidak adakah sesuatu yang lebih tinggi daripada sekadar ingatan?” Saya tahu permainan itu! Anda bisa menciptakan sesuatu yang lebih tinggi, bahwa ada roh, dan kaum Hindu menamakannya ‘Atman’, dan sebagainya, kesadaran lebih tinggi, sesuatu yang illahi, sesuatu yang amat, amat jelas. Semua itu hanya teori, absurditas; aktualitasnya adalah apa adanya Anda, kumpulan kemanusiaan yang mahaluas, ingatan-ingatan umat manusia. Jika Anda seorang teknisi besar, membuat bom atom, bom neutron, Anda perlu mengumpulkan banyak pengetahuan, lalu kematian datang dan Anda berkata, “Tunggu dulu, biar saya selesaikan dulu.” Tetapi semua itu adalah proses mengumpulkan, membagi, mengumpulkan. Anda adalah itu. Itu fakta. Tetapi kita tidak suka memandang fakta. Kita berkata, “Bukan, saya adalah sesuatu lain yang lebih.” ‘Sesuatu yang lebih’ itu adalah keinginan, pikiran yang berkata, “Ini terlalu kerdil. Pasti saya adalah sesuatu yang jauh lebih penting daripada itu.” Jadi itu pun ciptaan pikiran. Jadi Anda adalah onggokan ingatan yang dibentuk oleh pikiran. Hadapilah! Dan kematian datang dan berkata, “Sahabat, waktunya habis.” Dan Anda berkata, “Mohon, beri saya waktu sedikit lagi.”

Jadi, harap ikuti ini dengan cermat dan Anda akan melihat sendiri. Waktunya adalah sekarang. Waktu terkandung, masa lampau, masa depan adalah sekarang. Jadi kematian adalah sekarang. Itu berarti, jika saya melekat pada istriku, melekat kepada sesuatu milikku, kepada perabotku–tidakkah Anda melekat kepada sesuatu?–dan kematian datang dan berkata, “Sekarang sudah berakhir.” Memotongnya. Jadi, dapatkah Anda bebas dari kelekatan itu? Dengan demikian maka Anda hidup, hidup dan mati pada saat yang sama. Pahamkah Anda? — Oh, tidak. Lakukan, Pak, dan Anda akan melihat betapa luar biasanya itu. Jika Anda melekat pada ingatan-ingatan anda, pada pengalaman Anda, pada kegagalan Anda, pada ambisi Anda, semua itu akan berakhir. Jadi, dapatkah Anda hidup bersama kematian, yang berarti mengakhiri ambisi Anda sekarang? Dan hidup tanpa ambisi berarti energi yang hebat–tidak berbuat kerusakan lagi.

Jadi kematian dan kehidupan selalu bersama-sama. Dan bila ini terjadi, secara aktual, bukan secara teoretis, bukan secara imajinatif, bukan menginginkannya melainkan secara aktual melakukannya, terhadap apa pun yang Anda lekati. Saya tahu ini sukar jika si suami berkata kepada si istri, “Sayangku, saya tidak melekat kepadamu lagi” –ia akan menemukan banyak kesulitan. Dan itu masalah lain, masalah besar. Anda mungkin bebas dari kelekatan, tapi istri atau suami Anda tidak; atau ia tidak melekat dan Anda masih melekat. Lalu apakah hubungan itu? Apakah hubungan sekadar akumulasi ingatan sebagai kenikmatan, kesakitan? Apakah hubungan sekadar sensasi? Gambaran [image] satu sama lain, apakah itu hubungan? Jadi, bila ada gambaran-gambaran yang terpisah itu, ada konflik, kesakitan, kecemasan. Jadi, di mana ada kesakitan, kecemasan, ketakutan, tidak ada cinta.

Jadi kematian dan kehidupan selalu berjalan bersama-sama. Maka terdapat rasa bebas secara mutlak dari susah payah kerdil dari diriku. Dan itu perlu untuk memahami apa yang tanpa waktu [timeless], jika ada keabadian seperti itu. Kita akan membahasnya lain kali, tetapi lihatlah ini sebagai gerakan kehidupan, mati dan hidup. Dengan demikian, dalam pengertian itu Anda tidak akan membunuh orang lain, Anda tidak akan menyakiti orang lain dengan sengaja. Bukankah begitu, Bapak-Bapak, selesailah sudah.”
[Ojai, 3rd Public Talk, 26 May 1984]

***
Nah, bagaimanakah komentar Anda tentang “Sang Aku” menurut Eckhart Tolle dan menurut J Krishnamurti?

Lukisan Indah Kebijaksanaan

•November 18, 2008 • Leave a Comment

Sabtu, 15 November 2008 | 00:28 WIB

Gede Prama

Terowongan gelap tidak berujung, mungkin itu metafora kehidupan zaman ini. Kekayaan kehidupan anak-anak biasanya harapannya akan masa depan. Dan, saat tua tidak sedikit yang membanggakan masa lalu.

Keadaannya mirip kucing yang mengejar bayangannya sendiri. Pada pagi hari (masa muda) bayangannya ada di barat dikejar dan tidak ketemu. Pada sore hari (umur tua) bayangannya ada di timur, lagi-lagi dikejar juga tidak ketemu. Sadar bahaya ini, ada yang memotong lingkaran kegelapan dengan meyakini kehidupan berawal pada masa sekarang dan berakhir pada masa sekarang.

Masa lalu telah berlalu, masa depan belum datang. Namun, melalui tindakan pada masa kini, keduanya bisa dibuat kian terang atau gelap. Sebutlah Ibu yang sudah meninggal, tetapi belum sempat dibahagiakan. Masa lalu membuat kehidupan kian suram jika masa kini diisi penyesalan, rasa bersalah, tidak bisa memaafkan diri sendiri. Sebaliknya ini bisa menjadi awal terang jika pengalaman tidak mengenakkan ini dijadikan titik awal untuk banyak membahagiakan orang.

Di Tibet, makhluk hidup diterjemahkan dalam bahasa Inggris menjadi mother being. Terutama karena diyakini jika semua makhluk pernah menjadi Ibu kita pada masa lalu. Dengan demikian, bila rajin membahagiakan orang atau makhluk lain, kita juga sudah membahagiakan ibu. Selain itu, membahagiakan orang adalah salah satu persiapan terbaik menyongsong masa depan. Inilah transformasi spiritual, rasa bersalah akan masa lalu dan takut akan masa depan, diolah sekaligus dinikmati hari ini.

Guru sebagai cahaya

Inilah tanda-tanda manusia yang mulai terbimbing. Dalam setiap kejadian (menyenangkan maupun menjengkelkan) ada cahaya bimbingan. Di Timur, ia disebut munculnya guru simbolik. Tidak ada kebetulan, semua hanya bimbingan. Cuma, sebagian bisa dimengerti kini, sebagian dimengerti nanti.

Sayang, amat sedikit manusia yang lahir di zaman ini memiliki berkah spiritual berjumpa guru. Untuk itu, bagi orang-orang mengagumkan, seperti Jalalludin Rumi, perjumpaan dengan guru adalah berkah spiritual yang amat disyukuri. Segelintir sahabat yang berjumpa guru menyebutkan, hanya dengan mendengar namanya sebagian ketakutan akan neraka langsung sirna.

Karena itu, tidak sedikit pencari yang menghabiskan waktu, tenaga, dan dana untuk mencari guru. Idealnya, pencarian dimulai dengan berjumpa guru hidup. Lalu perintah-perintah guru hidup ini diperkaya guru dalam bentuk buku suci. Ia yang sudah memadukan guru hidup dengan buku suci lalu berjumpa guru simbolik dalam keseharian. Puncaknya tercapai saat ketiga guru ini menjelma menjadi guru dalam diri. Orang jenis ini seperti membawa lentera ke mana-mana. Tidak ada lagi kegelapan yang tersisa.

Kematian

Bagi mereka yang belum diberkahi perjumpaan dengan guru hidup, disarankan menjaga diri dengan etika. Praktik serius etika ini mungkin membimbing seseorang menjumpai guru simbolik. Di antara banyak guru simbolik, kematian adalah guru simbolik paling agung.

Perhatikan pendapat Dzogchen Ponlop dalam Mind beyond death: ”in order to die well, one must live well”. Agar matinya indah, belajarlah hidup secara indah (baca: hidup penuh cinta).

Maka, tidak sedikit guru meditasi yang menggunakan kematian sebagai sumber air perenungan yang tidak habis-habis. Pertama-tama meditator membayangkan tubuhnya mati. Badan kaku, membiru, orang-orang dekat menangis dan seterusnya.

Diterangi cahaya keikhlasan, kematian terlihat sebagai kembalinya unsur badan ke rumah aslinya. Unsur tanah kembali ke tanah, unsur air kembali ke air, unsur api kembali ke api, unsur udara kembali ke udara, unsur ruang kembali ke ruang. Dalam bahasa tetua Bali, kematian disebut mulih ke desa wayah (pulang ke rumah sesungguhnya).

Ia yang merenungkan kematian menjadi lebih tenang, santun, baik, dan rendah hati. Bukankah ketenangan dan kebajikan adalah teman paling berguna dalam kematian? Selain itu, kematian juga berubah wajah menjadi guru simbolik yang membimbing menapaki tangga kemuliaan. Mungkin ini sebabnya Santo Paulus mengemukakan l die every day.

Bila boleh jujur, tiap hari kita mengalami kematian. Seusai sarapan, kita berpisah dengan rasa enak (matinya rasa enak di mulut). Berangkat ke kantor, manusia berpisah dengan rasa nyaman di rumah (matinya rasa nyaman tinggal di rumah). Mengakhiri meditasi, meditator berpisah dengan keindahan konsentrasi (matinya kedamaian meditasi). Dalam wajahnya yang mendasar, kematian menakutkan karena ada perpisahan. Bila terbiasa dengan perpisahan sehari-hari, perpisahan melalui kematian akan menjadi suatu yang biasa.

Meminjam ajaran Tibetan book of the dead, wajah kematian terindah bertemu saat semua tahapan antara kematian dan kehidupan berikutnya (bardo) terlewati secara tenang-seimbang. Maka, disarankan untuk memperlakukan semua kejadian dalam hidup (dipuji-dicaci, sukses-gagal, meditasi sampai mimpi) sebagai bardo. Tidak ada apa- apa, yang menyenangkan maupun menakutkan hanya pancaran kesadaran murni. Sebagaimana dinyanyikan berulang-ulang oleh pertapa Milarepa: ”death is not a death for a yogi; it is a little enlightenment”. Dalam kehidupan pertapa, kematian muncul tanpa ditemani ketakutan, ia hanya sebuah pengalaman kecil pencerahan.

Inilah ujung terowongan kegelapan. Lalu muncul cahaya bimbingan. Kegagalan, ketakutan, bahkan kematian pun memancarkan sinar terang pengertian. Karena ketakutan akan kematian adalah ibu semua ketakutan, maka begitu ia lenyap, ketakutan lain pun sirna. Sebagai hasilnya, batin menjadi bersih dan jernih sempurna. Cirinya cara memandang, niat, kata-kata, perbuatan, sumber penghasilan, daya upaya, perhatian dan konsentrasi semua menjadi serba bijaksana. Kehidupan lalu berubah wajah menjadi lukisan indah kebijaksanaan. Gambarnya cinta, bingkainya keikhlasan.

Di Ubud Bali ada wanita bule yang tidak lagi muda tekun memelihara anjing-anjing liar tak bertuan. Kendati pengertiannya akan cinta tidak mendalam, dengan tekun ia melakukannya dalam waktu lama. Pengertian yang disertai keraguan kadang menjadi penghalang keikhlasan. Kehidupan wanita bule ini sedang menggoreskan tinta keindahan: cinta dan keikhlasan melukis kebijaksanaan.

Gede Prama Bekerja di Jakarta, tinggal di Desa Tajun Bali Utara

KITA SEMUA BISA BERUNTUNG

•September 19, 2008 • Leave a Comment

Diantara cabang belajar yang menyedot demikian banyak perhatian orang adalah ilmu keberuntungan. Dan ia tidak saja menarik banyak peminat, melainkan juga berumur demikian lama. Sebut saja larisnya buku-buku Feng Shui, atau larisnya konsultan di bidang yang serupa. Dalam kalkulasi seorang sahabat manajer sebuah toko buku, nilai uang yang beredar untuk mengongkosi ilmu keberuntungan tidak kurang dari jutaan dolar.

Pertanyaan dasar yang mengganggu banyak orang dalam hal ini, apakah keberuntungan hanya menjadi milik segelintir orang, ataukah bisa dimiliki semua orang ? Ini memang pertanyaan klasik yang telah, dan mungkin akan ditanyakan orang terus sepanjang zaman. Kalau bahan acuan keberuntungan adalah bentuk hidung, dagu dan bentuk-bentuk fisik lainnya, benar keyakinan pertama bahwa keberuntungan hanyalah milik orang dengan bentuk-bentuk fisik tertentu. Jika bahan acuannya adalah sikap dan perilaku, cerita tentu saja menjadi lain.

Kendati sering kali disebut sejumlah pengusaha Chinese sebagai orang yang memiliki bentuk-bentuk fisik yang penuh keberuntungan, saya cenderung untuk berargumen kalau keberuntungan lebih terkait dengan sikap dan perilaku. Mirip dengan prinsip yang tergantung rapi di salah satu ruangan kerja saya : “Attitude is a little thing that makes a big difference”. Sikap adalah hal kecil yang membuat perbedaan besar, demikianlah acuan awal saya dalam memandang keberuntungan.

Anda bisa bayangkan seorang yang amat pintar, berpengalaman dan bahkan berprestasi mengagumkan. Ia memang akan dilirik banyak sekali orang dan perusahaan. Cuman kalau semua kehebatan terakhir dibungkus dengan sikap-sikap yang menyakiti hati otang, di sini berlaku rumus kehebatanmu adalah harimaumu. Dan saya bertemu orang seperti ini dalam frekuensi yang cukup sering. Ada yang memamerkan kesombongan di sana-sini. Ada yang hidup dari satu sakit hati satu orang ke sakit hati orang lain. Memang tidak bisa dipungkiri, ada sebagian dari mereka yang ditemani keberuntungan sesaat. Akan tetapi pengalaman saya bertutur lain. Dalam jangka panjang, kesengsaraan adalah sahabatnya kesombongan.

Semua orang pada dasarnya memiliki kekurangan, hanya saja menutupinya secara berlebihan, hanya akan menimbulkan pandangan-pandangan mata yang tidak terlalu bersahabat. Sadar akan hal ini, saya pernah terinspirasi oleh sebuah renungan Konfusius yang ditulis seorang penulis jernih. “Humility and modesty are the best protection against the wrong opinion of the others”, demikian penulis jernih ini pernah bertutur. Dengan kata lain, penyelamat terbaik kita dari pendapat dan persepsi keliru yang datang dari orang lain bernama kesopanan dan sikap rendah hati.

Dan ini bukan tanpa bukti, ia didukung oleh banyak sekali deretan bukti. Hidup saya sebagian diselamatkan oleh dua penyelamat terakhir. Ketika siap-siap untuk naik ke kursi nomer satu di sebuah perusahaan swasta, ada yang menarik kaki, menggergaji kursi, difitnah dengan kebencian-kebencian dan godaan-godaan sejenis. Kadang rasa marah dan dendam suka datang. Syukurnya, godaan-godaan ini berkunjung ketika Tuhan sudah mempersenjatai saya dengan dua penyelamat di atas. Sebagai hasilnya, banyak ramalan orang-orang yang dipatahkan hanya oleh dua prinsip hidup yang sederhana : kesopanan dan sikap rendah hati.

Sayangnya, mirip dengan langit-langit rumah yang membatasi pandangan kita ke angkasa, demikianlah kesombongan menghalangi kesopanan dan sikap rendah hati. Bagi sahabat-sahabat yang sudah demikian kuatnya diikat oleh kesombongan, bahkan mengindentikkan dua penyelamat di atas sebagai “kebodohan dan keluguan”. Dan sayapun sudah cukup sering disebut bodoh dan lugu. Tidak mengerti bisnis, buta huruf di bidang keuangan, kurang ngotot dalam mencapai target hanyalah sebagian stempel kebodohan dan keluguan yang pernah dilemparkan ke saya. Mirip dengan parasut yang sudah terikat rapi di badan demikian juga dengan dua penyelamat di atas. Sebanyak dan sesering apapun lemparan-lemparan tidak mengenakkan datang dari orang lain, sebanyak dan sesering itu juga modesty and humility datang sebagai penyelamat.

Bedanya dengan malaikat penyelamat yang dibayangkan banyak orang dan hanya berkunjung dengan syarat-syarat yang berat, dua penyelamat ini bisa sering datang dengan syarat sederhana : latihan. Ya sekali lagi latihan dan hanya latihan. Dan sang hiduppun memberikan tempat dan waktu latihan yang hampir tidak terbatas. Belajar dari cerita di atas, mulailah dengan membebaskan diri dari langit-langit yang bernama kesombongan. Seorang sahabat pernah bertutur, kalau kesombongan tidak menguntungkan siapa-siapa dalam jangka panjang. Kalau mempertinggi ego sesaat tentu saja sulit diingkari. Namun hidup untuk ego, bukankah itu sebentuk kemewahan yang hanya bisa dimaklumi kalau terjadi di masa kanak-kanak ?

Boleh saja ada yang menyebutnya terlalu menyederhanakan, namun begitu langit-langit kesombongan bisa ditembus, maka kesopanan dan sikap rendah hati akan sering datang berkunjung. Dan keduanya tidak saja berkunjung dengan misi sebagai penyelamat, tetapi juga bisa membuat orang hidup penuh keberuntungan. Coba perhatikan apa yang pernah ditulis Chao-Hsiu Chen dalam The Bamboo Oracle : “A friendly heart creates happy people. A happy heart creates lucky people”. Jadi, kenapa mesti ragu-ragu. Kalau saya bisa dibuat beruntung oleh kesopanan dan kerendahan hati, Andapun bisa hidup beruntung dengan modal yang sama.*****

Penulis: Gede Prama

Merayakan Sukses Setiap Hari

•September 19, 2008 • Leave a Comment

Pengalaman tidak berkerangka menyenangkan atau menyedihkan.Pengalaman adalah pengalaman,ia hadir sebagaimana adanya.Bahkan ketakutanpun bisa membawa pesan2 Kebijaksanaan.

Hidup ini indah!

•September 18, 2008 • 1 Comment

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!